Selasa, 17 Februari 2015

Perjuangan

Jam dinding sudah berdentang dua kali. Setengah malam telah terlewati. Sri masih duduk tepekur di sudut kamar. Matanya sembab. Ia belum berhasil memejamkan mata. Ia beringsut ke depan cermin yang menempel di dinding kamar. Ia menangis sejadi-jadinya karena orang tuanya yang telah pergi untuk selamanya. Meninggalkannya dalam kesendirian. Kedua orang tuanya direnggut darinya karena kecelakaan yang sangat tragis. Sekarang dirinya hanya hidup bersama adik kecilnya yang bernama Lestari yang masih belia.
Ditemukannya surat wasiat yang mengatakan bahwa mereka harus hidup bersama Adi , adik ayahnya. Kemudian mereka pergi ke rumah pak Adi. Disana mereka arungi kehidupan dengan menumpang di rumah saudara mereka. Walaupun mereka diterima dengan baik tapi mereka tetap merasa tidak enak hati hanya hidup menumpang sebagai “parasit”. Akhirnya Sri bertekad untuk bekerja untuk membantu perekonomian keluarga Pak Adi yang bisa dibilang “belangsak”.
Perjuangan Sri dimulai dengan berjualan gorengan keliling yang modalnya berasal dari pinjaman tetangga Pak Adi, oleh sebab itu mereka hanya mendapat keuntunan yang tidak seberapa dan modal tetap harus dikembalikan. Pertama berjualan Sri hanya mendapat keuntungan sebesar Rp.5000,00. Ia tekuni pekerjaan itu hingga akhirnya keuntungannya berlipat dan akhirnya ia bisa membeli gerobak untuk berjualan gorengan. Lama kelamaan omset jualannya mencapai 200ribu. Dan akibatnya , mereka dapat mengangkat perekonomian Pak Adi. Sekarang mereka dapat tersenyum lebar mengetahui mereka bukan lagi “benalu” melainkan sudah menjadi “malaikat penyelamat” bagi kehidupan Pak Adi


2 komentar:

  1. Latar blognya mohon diganti supaya enak dibaca. Esensinya kan ditulisannya bukan di warna-warni latarnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak. Harap maklum. Ini blog sewaktu saya smp yang harus dibuat semenarik mungkin. Lain kali saya ganti

      Hapus