Parafrase Puisi "Tuhan telah Menegurmu"
Sang penyair ingin menyampaikan pesan kepada para pemimpin negara ini yang kurang amanah.Penyair menyatakan teguran itu disampaikan lewat "perut anak" yang kelaparan" ,"lewat gempa bumi yang berguncang","hujan dan banjir yang melintang pukang" , tetapi para pemimpin tidak menghiraukan teguran Tuhan yang cukup sopan tersebut. Dikatakan oleh sang penyair melalului "Adakah kau dengar?"
Pemimpin negeri ini seakan-akan lupa kepada Tuhannya masing". Sang penyair mengatakan teguran dari Tuhan berupa " lewat semayup suara adzan(panggilan ibadah umat muslim)" , namun dalam puisi tersebut suara adzan diibaratkan sebagai teguran dari Yang Maha Kuasa. Maka dapat diibaratkan bahwa penyair ingin mengungkapkan ketidak taatan pemimpin negeri ini terhadap Tuhan masing".
Sangat sinkron dengan situasi sekarang ini , para penegak hukum lupa akan tugas masing dan malah menjatuhkan satu sama lain. Seperti kasus Polri vs KPK. Masing" pihak saling mengklaim dirinya paling benar. Dan malah melupakan masalah yang lebih penting yaitu masalah rakyat. Seperti kelaparan,kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan yang "sekarat" akibat korupsi yang merajalela.
Bencana-bencana yang menimpa negeri ini pun seakan tak menarik simpati / perhatian para pemimpin negeri ini. Seperti tragedi Gunung Sinabung , tanah longsor di Banjarnegara , Lumpur Lapindo , Kesenjangan pendidikan , Fasilitas kesehatan yang kurang memadai di pelosok negeri, dan lain sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar